
Berawal dari ketidakberhasilan kelompok kami untuk melakukan pelayanan sosial di panti asuhan “Sayap Ibu”, maka saya beserta kelompok dialihkan untuk melayani bersama dengan kelompok lain. Kesempatan yang sangat baik untuk melatih diri bersosialisasi dengan anak-anak jalanan telah saya dapatkan melalui kegiatan pelayanan sosial ini selama dua bulan. Setiap hari Sabtu, kami datang ke “SHINE”. Di sana kami berkumpul bersama terlebih dahulu dengan teman-teman relawan, dan dilanjutkan dengan acara masak bersama. Hasil masakan tersebut nantinya akan diberikan pada anak-anak jalanan. Seusai menyelesaikan acara memasak bersama, barulah kami semua menuju ke Grha Sabha untuk bertemu dengan anak-anak jalanan. Di sana kami bermain bola bersama dan bercanda-tawa bersama, kami mengajari mereka membaca dan berhitung, kami membacakan cerita/berdongeng untuk mereka. Bukan hal yang mudah untuk “mendekat” pada mereka. Pergulatan hidup yang keras membuat mereka “terlihat garang”, dan itu yang membuat kami harus tetap “menjaga jarak”. Namun hal tersebut bukanlah merupakan halangan bagi kami untuk “melayani”.
Kegiatan ini adalah kegiatan yang baru pertama kali saya lakukan, sehingga saya harus belajar menyesuaikan diri secara cepat. Dua bulan adalah waktu yang sangat singkat untuk melakukan kegiatan pelayanan sosial semacam ini. Dari kesemuanya ini saya dapat belajar membuka diri untuk “melihat” keadaan yang sebenarnya di “luar sana”. Ternyata selama ini saya hanya disibukkan dengan hal-hal yang berkaitan dengan diri saya sendiri. Ini merupakan langkah awal bagi saya untuk mau “melakukan sesuatu” yang berfaedah baik bagi oranglain, terlebih sesama yang membutuhkan “uluran tangan”. Selain itu, kegiatan ini juga menyadarkan saya untuk “keluar dari zona aman” saya, dan beranjak dari eksklusivisme yang saya anut.
Tidak banyak orang yang sadar akan pentingnya membantu anak-anak jalanan. Membantu mereka untuk bersekolah kembali merupakan salah satu visi para relawan. Selama beberapa tahun kegiatan ini berlangsung, para relawan telah berhasil membuat beberapa anak jalanan bersekolah. Kegiatan ini tidak hanya mengandung unsur kasih, tetapi juga mengandung unsur pengaktualiasasian program pemerintah wajib belajar 9 (sembilan) tahun.
Kegiatan ini adalah kegiatan yang baru pertama kali saya lakukan, sehingga saya harus belajar menyesuaikan diri secara cepat. Dua bulan adalah waktu yang sangat singkat untuk melakukan kegiatan pelayanan sosial semacam ini. Dari kesemuanya ini saya dapat belajar membuka diri untuk “melihat” keadaan yang sebenarnya di “luar sana”. Ternyata selama ini saya hanya disibukkan dengan hal-hal yang berkaitan dengan diri saya sendiri. Ini merupakan langkah awal bagi saya untuk mau “melakukan sesuatu” yang berfaedah baik bagi oranglain, terlebih sesama yang membutuhkan “uluran tangan”. Selain itu, kegiatan ini juga menyadarkan saya untuk “keluar dari zona aman” saya, dan beranjak dari eksklusivisme yang saya anut.
Tidak banyak orang yang sadar akan pentingnya membantu anak-anak jalanan. Membantu mereka untuk bersekolah kembali merupakan salah satu visi para relawan. Selama beberapa tahun kegiatan ini berlangsung, para relawan telah berhasil membuat beberapa anak jalanan bersekolah. Kegiatan ini tidak hanya mengandung unsur kasih, tetapi juga mengandung unsur pengaktualiasasian program pemerintah wajib belajar 9 (sembilan) tahun.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar